Wednesday, December 16, 2009

Taxi


Taxi adalah alat transportasi yang sangat penting. Mau ke kantor, berbelanja ataupun pergi ke pesta tak jarang kita memamfaatkan jasa taxi begitu juga di Maroko. Disini ada dua macam taxi yang umum dipakai masyarakat. Pertama petit taxi atau yang umum disebut taxi shaghir (taxi kecil) serta grande taxi (taxi besar). Secara nama berbeda begitu juga pemakaian, tarif dan trayek yang dipasang masing-masing taxi.

Taxi kecil atau petit taxi lazim di pakai hanya untuk mengangkut maksimal 3 orang saja sedangkan grande taxi untuk 6 orang. Urutan tempat duduk petit taxi sama seperti taxi-taxi di Indonesia, satu di depan dan dua di belakang sementara grande taxi memiliki aturan duduk dua didepan dan empat di belakang. Jenis mobil grande taxi sedan Mercedes seri 2400 yang memiliki dua kursi didepan (termasuk supir) dan satu namun panjang sama dengan petit taxi namun jenis dan besarnya berbeda. Petit taxi berjenis fiat Uno dan Peugeot 206. Trayek yang di terapkan juga berbeda, jika taxi kecil mengangkut kemana orang pergi atau as a wish, grande taxi tidak begitu. Supir grande taxi lah yang menentukan kemana dan arah mana akan pergi. Namun ada satu kesamaan mereka, peti taxi dan grande taxi bisa mengambil penumpang lagi jika kurang dari kuota maksimal yang sudah di tentukan walaupun dengan orang yang berlainan selama masih satu arah. Masing-masing membayar menurut argo bukan dengan membagi rata ongkosnya. Jadi jika ada seseorang yang menaiki lebih dulu mempunyai argo 7 dh dan kemudian supir mengambil penumpang lagi, si penumpang pertama tetap membayar sebagaimana argo sebelumnya berjalan sampai turun dan si penmpang kedua membayar mulai 0 dh dari dia naik tadi tampa menambahkan argo yang sebelumnya atau dengan kata lain si supir menyetel dua argo sekaligus buat dua orang. Supir petit taxi bisa mengambil upah minimal 7 dirham (di kota Casablanca) selama argo tidak melampaui 7 dirham. Taxi grande memungut ongkos 5 dirham perkepala tampa argo jauh maupun dekat (mirip dengan bus ataupun angkutan umum di Indonesia.).

Ada macam-macam warna petit taxi. Di kota Casablanca berwarna merah, di kota Marrakesh berwarna krem, di kota Rabat berwarna biru muda dan di kota Tetouan berwarna kuning begitu juga grande taxi, masing-masing kota mempunyai warna yang berbeda dan sudah di tetapkan pemerintah namun taxi tersebut milik perorangan. Tidak seperti di Indonesia yang mempunyai armada berbeda seperti Blue bird berwana berbeda dengan President taxi walaupun kotanya sama.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

The beginning of making this blog

Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.

Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.

Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.

Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.

Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.

Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.

Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.

Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.

Arita Agustina Med HATTA