Wednesday, December 16, 2009

Afternoon Tea


Teh adalah minuman yang sangat menyegarkan. Hampir semua orang suka dan pernah minum teh. Tua dan muda meminumnya. Ada banyak mamfaat teh, menurut penelitian zat yang terkandung didalamnya dapat mencegah kanker. Ada bermacam-macam rasa teh. Di Indonesia misalnya ada teh hijau yang berasal dari benalu teh, ada juga teh rasa bunga seperti bunga mawar dan melati. Tak hanya itu bahkan di supermarket kita dapat menemukan produk impor teh yang mempunyai rasa yang tidak biasa seperti cammomile, peach sampai jeruk begitu juga di Maroko.

Setiap sore biasanya orang Maroko selalu meminum teh persis seperti kebiasaan masyarakat Inggris. Mereka juga meyertakan cemilan yang akan dimakan bersama teh seperti biscuit, roti yang di olesi selai maupun mentega atau kiri (sejenis keju) dan pattiserie. Dalam acara pesta perkawinan, bertamu sampai kematian, kita akan selalu menemukan teh dalam salah satu sajiannnya. Memang mereka sangat menggandrungi kebiasaan minum teh. Jenis teh yang dihidangkan adalah jenis teh yang berasal dari Cina yang berbentuk tubruk tetapi mereka tidak hanya meminum begitu saja melainkan di campur lagi dengan daun-daunan tertentu seperti na’na’ atau yang lazim di sebut mint di negara kita. Ada lagi yang namanya shiba dan luiza.

Pembuatannyapun tidak lazim seperti yang kita biasa lakukan. Pertama-tama mereka memasak air sampai mendidih di sejenis teko teh khusus, setelah mendidih mereka akan menuangkan sedikit air panas tersebut ke dalam cangkir yang sudah berisi daun teh tersebut tetapi tidak langsung diberi gula namun air teh tersebut dibuang dengan menyisakan tehnya saja dan hal tersebut di ulang sedikitnya dua kali. Setelah itu teh tersebut dimasukkan ke dalam teko yang masih berada di atas api dan diberi gula kubus khusus teh baru setelah itu di beri mint atau shiba, teh siap dihidangkan.

Keunikan teh Maroko tidak hanya terletak dari cara pembuatannya namun pada proses penuangannya juga. Mereka menuangkan teh tersebut dengan cara mengangkat tinggi-tinggi teko dan menuangkan teh ke dalam cangkir-cangkir yang telah tersedia.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

The beginning of making this blog

Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.

Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.

Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.

Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.

Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.

Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.

Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.

Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.

Arita Agustina Med HATTA