Wednesday, January 13, 2010

Tragedi karet gelang kuning


Dulu banget waktu aku kelas satu SD di Taman Siswa di tanah rencong punya teman sebangku yang bernama Irwan, panggilannya Iwan. Iwan anak yang lumayan pandai, pintar bersosialisasi dan little bit good looking. Dia memiliki kulit yang putih makanya banyak anak-anak cewek yang suka cari-cari perhatiannya. Hampir setiap pose (waktu sekitar 10 menitan untuk istirahat bagi siswa-siswi pada pergantian kelas) dimamfaatkan para siswi untuk main ke bangku Iwan atau mereka berhahahihi keluar kelas.

Pada suatu hari tidak biasanya si Iwan ini tidak keluar dan beranjak sedikitpun dari bangkunya. Penuhlah meja kami dengan kedatangan “kupu-kupu” yang ingin mendekati si Iwan tersebut (masih SD dah naksir-naksiran). Kebetulan juga aku hari itu males kemana-mana dan memutuskan untuk memakan bekal makan siangku di bangku aja. Hari itu si Iwan yang membawa bekal dua tangkup roti tawar yang di taburi meises dan olesan mentega kelihatan gelisah dan tidak kunjung memakan bekalnya. Mulailah si cewek-cewek yang sedari tadi mengerumuni “sang kumbang” membuka kotak bekalnya dan menyuapinya. Mereka berbincang-bincang sambil nyuekin aku yang duduk disamping si playboy dadakan tersebut.

Cewek2 :Iwan…iwan kalian lapar ya? Mo kami suapin ga? (kebiasaan orang di Aceh tersebut adalah mengatakan saya dengan kami dan kamu dengan kalian)
Iwan :iya kami lapar, boleh lah
Cewek2 : (hahahihi ga’ jelas )
Tak berapa lama aku yang ga’ punya basa-basi ini berbicara dengan si Iwan
Aku : Wan…itu apa yang kuning-kuning di dekat celana kalian?
Iwan : Mana? Oh itu karet gelang warna kuning (sounds right)
Aku belum merasa puas dan tak lama mencium bau yang tidak sedap serta entah kenapa melihat kebawah
Aku : eh…Iwan beol ya? (dengan pandangan menuduh dan suara keras tak mampu menyembunyikan rahasia) pantesan bau!

Serta-merta si Irwan nangis keras (mungkin malu kali) dan sepasukan cewek-cewek pergi menjauh dan guru langsung datang dan menyelesaikan masalah tersebut.
Sorry ya wan di certain…abis lucu sih…
Source pic:
http://www.google.co.ma/imgres?imgurl=http://wb3.itrademarket.com/pdimage/75/615975_karetgelangpentilkw2.jpg&imgrefurl=http://pkperdamaian.indonetwork.co.id/615975/karet-gelang-pentil.htm&h=500&w=666&sz=31&tbnid=3S626bjwh-VV0M:&tbnh=104&tbnw=138&prev=/images%3Fq%3Dgambar%2Bkaret%2Bgelang&hl=fr&usg=__GHL8p1w3WdlmD-e0S7g7Qx_HKBw=&ei=tRFOS4vPOZiW_QbNn7inBw&sa=X&oi=image_result&resnum=7&ct=image&ved=0CBMQ9QEwBg

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

The beginning of making this blog

Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.

Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.

Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.

Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.

Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.

Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.

Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.

Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.

Arita Agustina Med HATTA