"Bumi Allah amatlah luas maka hijrahlah... Jauh berjalan banyak dilihat ..."
Friday, May 25, 2012
Wednesday, May 23, 2012
BUKU-BUKU ISLAM BESTSELLER DI JUAL
My Buku Kuning Center: "TARO ADA TARO GAU": BUKU DI JUAL: BUKU-BUKU ISLAM BESTSELLER DI JUAL By: HannoutyCom Shop KEAJAIBAN ANGKA DALAM AL-QUR'AN: ISBN : 978-979-1234-77-1 Aut...
Tuesday, April 24, 2012
Ifrane
Tuesday, April 10, 2012
Parc de la Ligue Arabe
Friday, April 6, 2012
Pakaian Tradisional Maroko
Pada dasarnya, busana itu hanya berupa gamis yang dikenakan baik laki-laki maupun perempuan, memiliki topi yang menyatu dengan gamis pada bagian belakangnya seperti kebanyakan jaket musim dingin atau pakaian hujan. Adapun pakaian-pakaian tradisional masyarakat Maroko tersebut dapat dikasifikasikan sebagai berikut:
- Djellaba, adalah pakaian sehari-hari masyarakat ini yang digunakan disegala kesempatan, baik saat pergi ke pasar, ke hammam dan dirumah-rumah. Semua pakaian ini memiliki seni pilinan benang yang mempunyai corak dan warna tertentu yang sangat indah dan dilekatkan diujung pakaian tersebut juga berfungsi sebagai kancing.
- Djabador, adalah sejenis djellaba namun berupa pakaian two pieces yang terdiri dari celana dan baju atasan yang sangat panjang hingga menutup betis. Biasa dikenakan oleh para wanita yang belum menikah atau masih muda. Djabador juga bisa di pakai oleh laki-laki, namun dengan motif dan model yang berbeda pula.
Tachita, adalah pakaian resmi bagi masyarakat
Maroko yang biasanya digunakan bila ke pesta, pernikahan serta
pertemuan-pertemuan penting keluarga. Terlihat di pesta-pesta diistana yang sering penulis
lihat di tv setiap anggota keluarga istana menggunakan tachita. Tachita berupa
djellaba two pieces atau tree pieces yang sangat gemerlapan dan
harganya pun sangat mahal. Berwarna cerah dan dihiasi pilinan benang khas
masyarakat, manik-manik serta mote.
- Gandora, terdapat dua macam gandora bagi laki-laki Maroko, yaitu berupa djellaba yang tidak memiliki topi dibelakangnya dan terbuat dari kain sejenis wol dan linen dan juga tidak berlengan panjang. Ada pula satu jenis gandora lain namun hanya dikenakan oleh laki-laki yang berasal dari Sahara. Perbedaannya hanya pada ornamen/ hiasan didadanya saja, serta warnanya dan biasanya laki-laki Sahara juga mengenakan tutup kepala yang bernama sorban.
Burnoose atau Selham, adalah pakaian luar pelengkap penampilan seorang laki-laki dan juga
sebagai pelindung dingin bagi mereka. Terbuat dari wol atau katun serta
memiliki topi dan biasanya dikenakan oleh suku Barbar dan Arab.
Yaitu sandal yang terbuat dari kulit yang biasanya berwarna-warni atau biasanya
berwarna kuning bagi laki-laki maupun perempuan. Sandal tersebut tidak memiliki
hak serta berbentuk runcing didepan.
Penampilan tidaklah lengkap tanpa adanya asesoris pendukung seperti
topi. Topi bagi laki-laki Maroko juga berguna dipakai pada waktu-waktu yang
special seperti pernikahan. Topi tersebut berwarna merah dan mempunyai juntaian
benang ditengahnya. Topi tersebut bernama tarbouche dan biasanya berasal
dari Fez.Thursday, April 5, 2012
Princess Buluh
Monday, April 2, 2012
Zellige (Zellij atau Mosaic)
Biasanya zellij ini di tempatkan di dinding, plafon, kolam, air mancur serta meja. Kesenian ini pertama kali berkembang di Andalousia - Spanyol dan dibawa ke Maroko pada abad ke-10. pada waktu itu zellij ini hanya bernuansa putih dan coklat. Baru pada abad ke-14 zellij mempunyai warna-warna yang lain. Maka kota Fes dan Meknes adalah pusat kesenian ini.
Ain Diab
Pada musim panas tempat ini sangat padat dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca negara. Semua berjemur menikmati cahaya matahari yang berlimpah seharian sambil bermain olah raga pantai atau sekedar bercengkrama, tua dan muda baik laki-laki maupun perempuan.
Didaerah tersebut juga kita dapat temui perpustakaan milik pemerintah Saudi yang dibuka untuk umum beserta masjidnya dan konon menurut masyarakat setempat masih di lingkungan kompleks perpusatakaan tersebut terdapat istana peristirahatan keluarga kerajaan Saudi. Didaerah itu juga terdapat kediaman penulis beken berkebangsaan Inggris yang bernama Tahir Shah.
Untuk mencapai corniche tersebut tidaklah sulit. Ada banyak transportasi yang melewati daerah itu. Jika kita menggunakan taxi kita hanya perlu membayar 20-30 MAD dari pusat kota Casablanca. Ada juga jalur bus yang melalui daerah tersebut yaitu jalur 68 dan kita cukup membayar 4 MAD per orang.
Saturday, March 31, 2012
Cinderella tale
Copied from the book published by Pustaka Dunia
Tuesday, March 27, 2012
HannoutyCom Pour Les Accessoires: Flowery Brooches
Monday, March 26, 2012
Kasbah in Tanger
Impian untuk melihat dari dekat makam Ibnu Batuta membuat saya dan suami melangkahkan kaki ke tempat ini. Dengan berjalan mendaki dan berundak-undak sampai kelelahan tak menyurutkan semangat kami untuk tetap mencari makam tersebut tapi sayang kami tidak menemukannya dan sebagai gantinya kami menemukan tempat yang diyakini penduduk setempat yang merupakan perkampungan tempat tinggal Ibnu Batuta semasa mudanya. Mengenai makamnya tak satupun masyarakat yang tahu dimana letaknya dan di kota mana.
Kekecewaan kami akhirnya sirna ketika akhirnya kami melihat daratan Giblaltar dan pelabuhan baru dari kejauhan di atas Kasbah yang merupakan benteng peninggalan yang sudah tua termakan waktu dan tinggal separuh saja. Untuk menemukan benteng tersebut agak membingungkan karena jalannya berliku-liku dan harus melewati perkampungan masyarakat serta pasar (souk), beruntung kami mengikuti rombongan turis dan guidenya yang mau menuju kesana.
Foto didaerah pemukiman yang diyakini sebagai tempat tinggal Ibnu Batuta
Masjid Hasan II (Deux)
Terletak di jantung kota dan di tepi laut Atlantik. Dari jauh kelihatan seolah-olah masjid tersebut terapung dilaut dan memang hampir separuh masjid tersebut berada di laut yang ditimbun. Menurut salah seorang masyarakat setempat, dulunya tempat tersebut adalah laut seluruhnya sebelum ditimbun.Nama masjid tersebut diambil dari nama raja terdahulu yaitu Hasan II. Didisain oleh arsitek berkebangsaan Prancis yang bernama Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues
Konon masjid itu sekarang adalah terbesar kelima didunia setelah dua masjid Haramain di Mekah dan Madinah dan menaranya tertinggi didunia yaitu 210 m (689 ft) .
Masjid ini mulai dibangun pada tahun 80 dan selesai pada hari ulang tahun ke-60 raja Hasan II pada tahun 1989 namun masjid ini baru di resmikan pada tanggal 30 Agustus 1993. Menurut data pemerintah daerah setempat masjid ini menghabiskan dana sebanyak $800 juta dollar.
Dibutuhkan sebanyak 2500 kuli dan 10.000 seniman untuk membangun masjid ini . Material masjid ini adalah granit, gips, kayu, dan pualam yang keseluruhannya berasal dari Maroko namun tiang-tiangnya dan lampu gantungnya berasal dari Italia.
Masjid ini adalah satu-satunya masjid yang mengizinkan orang non-muslim untuk melihat-lihat. Setiap hari ada saja bus-bus yang rata-rata dari Eropa entah dari Prancis, Italia dan lainnya datang melihat interior masjid tersebut.
Masjid ini juga masjid yang termegah dan termodern yang ada di Maroko.
Didalamnya kita dapat jumpai elevator, keran-keran air panas dan lantai yang anti panas. Disekeliling halamannya kita dapat temui perpustakaan dan universitas. Terdapat berbagai jenis pola mozaik khas Andalus yang disebut juga Zellige atau Zillij yang beraneka ragam. Mozaik tersebut tersusun dari keramik yang di potong menurut pola dan disusun serta dilengketkan pada terakota.
The beginning of making this blog
Maroko atau Al Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan oleh penulis untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya. Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.
Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.
Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.
Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari Al Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.
Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.
Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.
Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.
Tuesday, March 20, 2012
Loving

Jangan pernah membuang mimpi-mimpimu dan jangan pernah lelah bermimpi. Jangan biarkan kehidupan ini memotong langkah yang kau jalani dalam mimpimu...bertahanlah....teruslah berjalan....jangan menyerah. Pegang erat jala itu dan bila mimpi-mimpimu mampaknya ingin melompat keluar dari jala setelah kau berhasil memasukkannya kesitu....kejarlah dia dan teruslah berenang bahkan sampai tenggelam bila perlu tapi jangan sekali-kali membiarkan mimpimu lepas dan menghilang...
By: Danielle steel
taken from her novel 'LOVING'
Friday, October 7, 2011
Tradisi pernikahan
Pernikahan di negara ini hanya terjadi dikala musim dingin berakhir yaitu pada awal musim panas yang ditandai dengan libur panjang serta menghangatnya udara. Pada saat itu banyak ditemukan rumah wanita yang di datangi arak-arakan orang yang membawa nampan yang ditutup dengan tutup berbentuk pyramid yang terbuat dari logam metal ataupun kuningan terkadang juga dilapisi dengan kain hiasan yang sudah dibordir.
Nampan tersebut sudah diisi dengan beragam macam jenis antaran seperti gula, pakaian, dll sebagai symbol dilamarnya seorang wanita oleh pria. Tak lupa pula mereka membawa bunga dan juga ada pula yang membawa hewan ternak seperti kambing atau yang mampu membawa sapi.Dalam acara iring-iringan mereka membawa seserahan serta pemusik dan ber-zagarouda (siulan khas) yah…pokoknya heboh sekali.
Setelah sang pengarak diterima oleh keluarga maka tanggal pernikahan telah ditentukan, biasanya diadakan pada awal atau pertengahan musim panas yang mana pada saat itu hari liburan dan juga puncak kedatangan turis asing maupun domestic. Perlu diketahui bahwasanya banyak masyarakat Maroko yang tinggal di luar Negeri bisanya di Negara-negara Eropa serta sudah menjadi warga Negara sana Namun masih mengingat dan menjunjung tinggi kebudayaan negerinya walaupun mereka sudah menjadi besar.
Hari pernikahan yang sudah ditentukan datang maka sang mempelai akan melakukan beberapa ritual yakni;
1.Hammam
Sebelum upara pernikahan yang sakral sangat diwajibkan bagi sang mempelai untuk mandi sebagai symbol perbersihan jiwa dan raga. Ritual ini mirip dengan tradisi midodareni atau siraman yang ada di negara kita. Mempelai wanita kan didampingi oleh wanita yang dituakan yang disebut negaffa atau negassa dan akan memimpin seluruh prosesi siraman tersebut.
Ritual tersebut dilakukan di ruangan yang gelap dengan sinaran lilin serta wewangian yang berasal dari aromatherapy serta bunga-bungaan sebagai symbol kebahagiaan.
2.Henna (Acara Beberiska)
Setelah melalui ritual hammam maka ritual selanjutnya adalah henna. Pada tahap ini, acara ini dilakukan pada malam sebelum 'the big day'. Hanya wanita saja yang ada dalam acara ini. Calon pengantin akan mengenakan tachita yang berwarna hijau dan penutup kepala yang dihiasi ornamen-ornamen unik seperti mutiara dan batuan mulia lainnya.
Ada seorang hannaya (pelukis henna) yang akan mengaplikasikan henna ketangan dan kaki mempelai wanita yang akan disaksikan oleh wanita dari kedua belah pihak keluarga dan juga teman wanita sang mempelai.
Konon ritual ini bermakna untuk menjauhkan pengantin dari serangan penyakit dan symbol kesuksesan dan kemapanan dalam berumah tangga.
Didalam acara ini seorang tetua akan memberikan nasihat-nasihat pernikahan dan 'rahasia' pernikahan kepada pengantin. Biasanya nama pengantin lelaki akan di lukiskan di henna tersebut. Biasanya pengantin wanita tidak akan diperbolehkan melakukan pekerjaan rumah tangga hingga bekas henna telah hilang dari kulitnya.
4.H'dia (Hadiah)
Adalah seserahan yang akan diberikan oleh wanita dari pengantin laki-laki. H'dia berupa perlengkapan rumah tangga dan keperluan pengantin wanita seperti: perhiasan, bedcover, pakaian, sandal dan yang paling penting adalah barang-barang symbol seperti susu yang berarti kesucian dan gula symbol dari kebahagian dalam rumah tangga.Selain barang-barang tersebut, orang Arab yang konon sangat heboh dalam memberikan seserahan maupun mas kawin juga akan menyertakan rumah dan segala isinya bagi mempelai wanita namun hal itu jarang terjadi serta hanya yang sangat mampu saja yang akan melakukannya.
5.Berza
Puncak dari pesta pernikahan adalah berza yaitu resepsi yang diwarnai dengan musik, zagarouda dan tarian semalam suntuk. Pada acara ini pengantin akan didandani dengan dandanan yang sangat memukau. Sebelum pengantin didudukkan ke kursi pelaminan maka pengantin akan diarak dulu ditandu yang sudah dihiasi dan akan diputar-putar di dalam ruangan pesta.
Semua pengantin di berbagai negara dipuja dan menjadi pusat perhatian tetapi pengantin Maroko diperlakukan seperti raja dan ratu tak perduli dia dari kalangan apa dan statusnya apa, baik kaya ataupun miskin.
Acara berlangsung di rumah, villa yang disewa ataupun gedung tetapi tidak seperti di negara kita mereka hanya mengundang saudara dan handai tolan baik dekat maupun jauh tanpa ada kehadiran orang asing jadi keakraban akan tercipta dan pesta yang ada menjadi private party.Puncak acara akan dimulai sehabis isya dan akan berakhir besoknya atau berhari-hari kemudian. Dulu ada tradisi yang mengharuskan pengantin wanita untuk menunjukkan bekas keperawanan mereka di sprai namun hal ini sekarang tidak lagi dilakukan
Facebook Badge
The beginning of making this blog
Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.
Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.
Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.
Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.
Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.
Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.
Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.
Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.
Arita Agustina Med HATTA








