"Bumi Allah amatlah luas maka hijrahlah... Jauh berjalan banyak dilihat ..."
Friday, May 25, 2012
Monday, January 11, 2010
Syarat-syarat kepengurusan KTP Maroko bagi warga asing (Indonesia)

Bagi masyarakat asing (Indonesia* red) yang bermukim di Maroko (Morocco) lebih dari tiga bulan wajib untuk mengurus KTP. Berikut ini adalah hal yang akan diurus:
•Materai seharga 100 DH
•Fotocopy surat keterangan kuliah, bekerja yang dikeluarkan instansi bersangkutan
•Fotocopy surat nikah (khusus bagi istri)
•Fotocopy surat tagihan listrik dan air
•Fotocopy surat keterangan ikut suami atau keluarga (bagi keluarga)
•Fotocopy surat kontrak rumah bagi yang menyewa atau keterangan tinggal di asrama (jika tinggal disana)
•Fotocopy paspor
•Pasphoto ukuran 3x4 sebanyak 6 lembar
•Mengisi lembaran formulir dari kantor kepolisian setempat
•Fotocopy KTP lama (bagi yang sudah punya sebelumnya)
- Masing-masing lembaran dokumen harus dibubuhi materai 2 dh dan dilegalisasi dari Mukataah (kantor legalisasi)
- Semua dokumen rangkap dua
* Masyarakat Indonesia bebas VISA
Friday, January 8, 2010
Syarat Pengurusan Surat Nikahku
Seperti pada postingan yang lalu* bahwa saya dan suami saya menikah di Maroko karena ketidakmungkinan kami menikah di negara sendiri alias Indonesia. Hal itu disebabkan banyak halangan yaitu: ayahku baru saja mengambil cuti panjang, calon suamiku yang masih kuliah di Maroko itu lagi di Saudi untuk menunaikan ibadah haji yang mana rencananya akan ke Qatar untuk menikah disana namun segala usaha kami untuk mendapatkan visa gagal maka diputuskanlah kami akan menikah di negara tempat suamiku itu bermukim dengan catatan ayah mengambil cuti lagi namun hanya cukup seminggu saja.
Pada saat itu kami langsung sibuk mengurus segala sesuatunya yang dibutuhkan untuk menikah terutama pengurusan berbagai dokumen yang akan dipakai sebagai syarat kami menikah yaitu:
1.fotocopy Paspor kedua calon pengantin beserta wali pengantin perempuan (ayahku sendiri) beserta VISA (jika ada).
2.Surat Persetujuan untuk menikah (dua versi yaitu bahasa Indonesia dan Arab (sesuai bahasa tempat bermukim).
3.Avidavit (kartu keluarga) yang di keluarkan KBRI setempat (waktu itu aku tinggal di Qatar bersama ortu).
4.Permohonan numpang nikah WNI dari KBRI tempat bermukim (Qatar) ke KBRI yang dituju (Maroko).
5.Surat keterangan status suami.
6.Surat kesediaan orang tua untuk menikahkan anaknya bagi kedua belah pihak.
7.Pasphoto 3x4 sebanyak 6 lembar.
8.Biaya buku nikah.
* Cerita pertemuanku
Thursday, December 17, 2009
Facts about Morocco

• Negara yang memiliki gurun di selatan sekaligus tempat yang bersalju juga dikelilingi samudra Atlantik, laut Mediterranean serta wilayah pegunungan Atlas.
• Segala bentuk kepentingan tidak berpusat di satu daerah seperti laiknya negara kita, mereka membagi wilayahnya dengan berbagai kepentingan seperti;
1. Rabat yaitu kota administratif
2. Casablanca yaitu kota perdagangan dan industri
3. Fés yaitu kota pendidikan dan spiritual
4. Marrakesh kota pariwisata
• Masyarakatnya mandi ditempat khusus yaitu Hammam yang juga berfungsi sebagai arena silaturrahmi diantara mereka.
• Orang yang akan memanggang akan memamfaatkan fasilitas Farran yaitu tungku pembakaran kue tradisional.
• Sepeda motor beroprasi dijalan umum tidak akan ditilang jika tidak punya SIM atau plat kendaraan.
• Pesta pernikahan berlangsung sehari penuh yaitu dari pagi sampai subuh dan hanya berlangsung di musim panas.
• Tuan rumah yang mengadakan pesta tidak akan mengundang tetanggga atau teman-teman, mereka hanya mengundang saudaranya saja baik dekat ataupun jauh.
• Setiap Aidul qurban daging yang disembelih tidak akan dibagikan kepada orang lain melainkanhanya dimakan sekeluarga saja dan mereka mewajibkan dirinya untuk harus menyembelih kambing setiap tahun.
• Himar (keledai) dan kuda berkeliaran bebas di jalan raya.
• Mereka selalu berbelanja di tempat tradisional sehingga keberadaan Mall yang hanya satu di kota Rabat akhirnya gulung tikar jadi praktis tidak ada Mall di Maroko.
• Hanya masyarakat atas yang tinggal di Villa (rumah terpisah yang mempunyai Halaman laiknya rumah di negara kita) sisanya menghabiskan hidupnya di Appartemen sejenin RUSUN dan sebagian besar dari mereka hanya menyewa saja seumur hidupnya.
• Punya 10 hari besar yang isinya makan-makan saja yaitu;
1. Hari Jum’at
2. 1 Muharram
3. 10 Muharram
4. Maulid Nabi
5. Isra’ Mi’raj
6. Nisfu Sya’ban
7. Awal Ramadhan
8. Lailatul Qadr
9. Aidul Fitri
10. Aidul Adha
• Masjid hanya dibuka ketika adzan saja lalu ditutup ketika selesai shalat serta ruang shalat pria dan wanita terpisah oleh tembok dan bahkan ada masjid/musalla yang tidak menyediakan tempat bagi wanita.
• Selain Hammam tempat bersosialisasi bagi mereka adalah Café.
• Hampir semua masyarakat memiliki Parabola sendiri dirumahnya.
Facebook Badge
The beginning of making this blog
Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.
Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.
Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.
Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.
Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.
Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.
Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.
Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.
Arita Agustina Med HATTA


