Send a Dozen Roses at WiddlyTinks.com
"Bumi Allah amatlah luas maka hijrahlah... Jauh berjalan banyak dilihat ..."
Wednesday, February 24, 2010
Tumis cumi-cumi
-Cumi-cumi ½ kg, iris kecil-kecil
-Cabe hijau 5 buah
-Bawang merah 4 siung, rajang halus
-Bawang putih 1 siung, rajang halus
-Jahe 2 cm ukuran sedang, iris tipis dan dipotong kotak kecil-kecil
-Daun salam
-Garam & gula secukupnya
-Minyak goreng secukupnya untk menumis
-Air ½ gelas kecil
Cara membuat
Tumis bawang merah, bawang putih, dan daun salam. Setelah harum masukkan cabe dan garam serta gula kemudian masukkan cumi-cumi. Tunggu sebentar kemudian tuang air. Setelah mendidih matikan api dan masakan siap dihidangkan.
Tips: hindari memasak cumi-cumi terlalu lama karena akan membuat cumi-cumi alot.
Bontot vs Botot
Rahmad : Mak…besok amat mau bawa botot
Mamak : apa mat siapa yang suruh? (dengan wajah keheranan)
Rahmad : kan amat pulang lama dan ada kegiatan ekstrakurikuler
Mamak : (belum ngeh juga, dalam hati buat apa ya…!)
Rahmad : nanti amat lapar mak…
Mamak : oohh..itu bukan botot mat tapi bontot
Jadi botot tersebut artinya adalah barang bekas dan bontot adalah bekal makanan (sedikit berbeda memang dengan bahasa sehari-hari yang kita ketahui bontot = bungsu)
Monday, February 1, 2010
Umm Kulthum

Oum Kalsoum adalah seorang penyanyi dan aktris tersohor di selurus dunia Arab yang berkebangsaan Mesir. Dia bernama lengkap Oum Kalsoum Ibrahim al-Sayyid al-Beltagui. Terdapat beberapa ejaan namanya yaitu Om Koultoum, Om Kalthoum, Oumme Kalsoum, dan Umm Kolthoum sedangkan dalam ejaan Turki adalah Ümmü Gülsüm. Dia lahir pada tanggal 31 Desember 1904 di desa Tamay ez-Zahayra, wilayah El Senbellawein, di Delta sungai Nil dekat Laut Mediterranean, Mesir. Karirnya meliputi penulis lagu, penyanyi dan pemain film. Hingga tiga dekade kematiannya, dia masih tercatat sebagai penyanyi terkenal dan lagunya masih merajai seluruh lagu yang pernah di nyanyikan di dunia Arab.
Berikut ini adalah testimoni dari majalah Havard yang ditulis oleh Virginia Danielson :
“Imagine a singer with the virtuosity of Joan Sutherland or Ella Fitzgerald, the public persona of Eleanor Roosevelt and the audience of Elvis and you have Umm Kulthum, the most accomplished singer of her century in the Arab world”.
Memulai karirnya pada umur yang masih sangat muda yaitu 16 tahun. Ada beberapa faktor yang membuat Umm Kulthum menjadi terkenal dan sangat popular yaitu pada awal karirnya dia menghadapi dua saingan yang sama-sama memiliki kualitas suara yang indah sekali dan berpower, mereka adalah: Mounira El-Mahdiya dan Fathiyya Ahmad tetapi sayang Mounira tidak mempunyai kemampuan untuk menstabilkan suaranya sedangkan Fathiyya tidak mempunyai keistimewaan suara seperti yang dimiliki Umm Kulthum, semua keistimewaan tersebut membuat Umm Kulthum sangat diminati oleh komposer terkenal, pemain musik serta penggubah lagu untuk menjalin hubungan kerjasama denganya.
Pada pertengahan tahun 20-an, Mohammad el Qasabgi seorang komposer Arab terkenal pada abad ke-20 menggelar orkestra kecil yang terdiri dari instrumentalis-instrumentalis terkenal di jamannya tetapi tidak seperti artis-artis lainnya yang mengelar konser tertutup, konser Umm Kulthum terbuka untuk umum.
Pada tahun 1934, tanggal 31 Mai oleh Radio Cairo, Umm Kulthum terpilih menjadi penyanyi terkenal. Penampilannya pada film musikal dan broadcasting konser terjadwal pada kamis awal bulan dari bulan Juni sampai Oktober.
Pada tahun 1944, Raja Farouk I menganugerahinya bintang tertinggi (nishan el kamal) sebuah bintang yang hanya diberikan kepada anggota keluarga kerajaan dan politisi saja. Dikarenakan telah menerima penghargaan tersebut akhirnya keluarga kerajaan menolak rencana pernikahannya dengan paman Raja. Hal inilah yang menyebabkan terlukanya harga dirinya.
Beberapa orang kenaman dunia yang menjadi pemuja lagu-lagunya diantaranya yaitu: Jah Wobble, Bob Dylan yang mengatakan “She's great. She really is. Really great”, Maria Callas, Jean-Paul Sartre, Marie Laforêt, Salvador Dalí, Nico, Bono, Farin Urlaub dan Led Zeppelin.
Salah satu lagunya yang paling terkenal adalah yang berjudul “Enta Omri”.
Berikut adalah Diskografi Umm Kulthum:
• Ya Karawan (1926)
• Othkorene (Ingatlah aku) (1939)
• Kull al-ahabbah (Semua terkasih), (1941)
• Raq il Habeeb (Kekasihku yang sangat lembut), (1941)
• Ghulubt asalih (1946)
• Yali Kan Yashqiq Anini (1949)
• Rubaiyat Al-Khayyam (Quatrains of Omar Khayyám), tangga rast (1950)
• Ya Zalemny (Wahai yang mendzalimi-ku) (1954)
• Dalili Ehtar (Petunjukku yang menentukan), tangga kurd (1955)
• Dhikrayatun (memori) (1955)
• Gharib 'Ala Bab erraja (Asing di pintu pengharapan), (1955)
• 'Awwidt 'ayni, tangga kurd (1957)
• Arouh li Meen (Kemanakah harusnya ku pergi), tangga rast (1958)
• Hagartek or Hajartak (Aku mengabaikanmu) EMI (1959)
• Hobb Eih (Cinta apa), tangga bayyati (1960)
• Howwa Sahih El-Hawa Ghallab (Benar cinta yang menang), (1960)
• Lessa Faker (Masih teringat), tangga ajam (1960)
• Hayart Albi Ma'ak (Kau membingunkan hatiku), tangga nahwand (1961)
• Ansak Ya Salam (Bagaimana mungkin ku melupakanmu), tangga rast (1961)
• Hasibak lil-zaman (ku titipkan engkau kepada waktu), (1962)
• Zalamna El Hob (Cinta mendzalimi kita) (1962)
• Betfaker fi Meen (Siapa yang kau pikirkan?), tangga bayati (1963)
• Toof we Shoof (1963)
• Araka asiya al-dam (saya akan melihatmu di sore berdara) (1964)
• Enta Omri – Sono (Kau hidupku), tangga kurd (1964)
• Lel Sabr Hodod (Kesabaran ada batasnya), tangga sikah (1964)
• Sirat el Houb (Kisah cinta), tangga sikah (1964)
• Amal Hayati"; Sono (Harapan hidupku) (1965)
• Baeed Annak (Jauhkan darimu), tangga bayyati (1965)
• Ental Hobb (Kau adalah cinta), tangga nahwand (1965)
• Al Atlal (Reruntuhan), tangga huzam (1966)
• Fakarouni (Ingatkanlah saya selalu), tangga rast (1966)
• Fit al-ma' ad (Sudah terlambat) Sono Cairo, tangga sikah (1967)
• Hadeeth el Rouh (Ungkapan jiwa), tangga kurd (1967)
• Hadihi Laylati (Inilah malamku), tangga bayyati (1968)
• Alf Leila wa Leila (Seribu satu malam), tangga nahawand (1969)
• Aqbal al-layl (Malam akan tiba) (1969)
• Es'al Rouhak (Tanyakanlah dirimu atau tanyakanlah jiwamu), tangga hugaz kar (1970)
• Wa-darit il-ayyam (Dan hari-hari berlalu), tangga nahwand (1970)
• Waghadan alqak (Besok aku pasti menemuimu) (1971), tangga ajam
• El Hobb Kolloh (Semua karna cinta), tangga rast (1971)
• Men Agl Aynayk (Hanya demi engkau), (1972)
• Rihab al-huda (Panggilan Hidayah), (1972)
• Al-Thulathiyah al-Muqaddatsa (Tiga serangkai yang suci) (1972)
• Ya Msaharny (Kau membuatku terjaga setiap malam) (1972)
• Hakam 'alayna al-haw'a (cinta menentukan kami), (1973)
• Leilet Hobb (Malam cinta), (1973)
• La Diva – CD, EMI Arabia, 1998
• La Diva II – CD, EMI Arabia, 1998
• La Diva III – CD, EMI Arabia, 1998
• La Diva IV – CD, EMI Arabia, 1998
• La Diva V – CD, EMI Arabia, 1998
• Retrospective – Artists Arabes Associes
• The Classics – CD, EMI Arabia, 2001
Masa keemasan karirnya adalah pada tahun 40 an sampai awal 50 an. Durasi dari lagu-lagu yang Umm Kulthum tidaklah selalu sama, tergantung mood kreatifitas dan permintaan dari audiensnya. Tehnik improvisasinya adalah tipikal lagu Arab klasik dan dia dengan luar biasa indahnya menyanyikannya sepanjang yang dia mau, seperti mengulang sebaris berulang-ulang. Contohnya pertunjukan musik live Ya Zalemni , salah satu lagunya yang paling popular yang bisa berdurasi 45 sampai 90 menit tergantung dari kreatifitas dan mood-nya dalam mengimprovisasikan dan permintaan dari audiens. Semua itu menggambarkan betapa hubungan antara penyanyi dan audiens sangat erat dan menggugah energi emosional seseorang. Kreativitas yang spontan dari Umm Kulthum sebagai penyanyi sangat mengagumkan. Bisa kita dengar dari lagunya yang dinyanyikan dengan berbagai variasi yang berbeda yang tidak akan sama selama lima tahun.
Sampai sekarang ada festival khusus di adakan setiap tahunnya di dunia Arab untuk menyayikan lagu-lagu Umm Kulthum. Festival tersebut sangat diminati oleh para debutan di seluruh dunia Arab. Bahkan kunci kesuksesan seorang penyanyi baru pun akan ditentukan setelah mampu membawakan lagu-lagu Umm Kulthum. Biasanya juga festival tersebut akan membuat para finalis yang menang menuju ketenaran yang diimpikan.
Percaya atau tidak, ada sebuah anekdot terkenal dikalangan masyarakat Mesir yaitu “jika ingin menghentikan perang anatara Israel dan Palestina maka perdengarkanlah lagu Umm Kulthum pada mereka maka niscaya akan berentilah perang tersebut”.
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Umm_Kulthum
Panas-panas tahi ayam
Satu DVD seharga 7 dh tetep aja mau beli lagi walaupun harus berkorban cuma makan telur dadar saja. Masa dua bulan berlalu dan koleksi DVDku sudah membumbung tinggi yang kalo di nominalkan ke dirham mencapai 500 dh dan hobiku telah mencapai titik klimaksnya. Alias dah jenuh, bosen dan akhirnya menyesal sendiri. Coba aku punya kontrol yang kuat pasti itu uang dah bisa dimamfaatkan untuk keperluan lain (hiks..hiks). Pernah aku coba bilang ke suami kenapa saat itu ga’ ngelarang aku abis-abisan. Eh tanpa dinyana dia cuma komentar pendek aja yang bikin sebel. “yah…nanti pasti berenti sendiri, kan sifatmu seperti yang diatas (aku masih tidak rela menuliskannya) ntar klo di tahan-tahan juga pasti ngamuk-ngamuk ga’ jelas”. Atau dilain waktu dia berkata “gimana klo itu DVD di barter aja sama DVD yang baru” atau juga dia bilang “coba gelar aja di pinggir jalan untuk di tawarin ke orang-orang yang lewat berapa aja” ( bener-bener bukan solusi dan bikin kesal kan atau mo cari pasal?). Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa kita kembalikan ke keadaan semula.
Nah teman-teman sekarang saya lagi tergila-gila dengan Youtube dan seperti biasa pasti terulang seperti yang sudah-sudah. Suami hanya tersenyum-senyum penuh arti memandang aktivitas istrinya itu. Dalam hati aku berkata jangan-jangan aku begitu juga dengan suami (eh ga’ ding, gila aja!) I still love you n I will always, honey…
Saturday, January 30, 2010
Tuesday, January 19, 2010
Practice
Aku punya adek laki-laki yang saat itu baru berumur 8 tahun. Dia bersekolah di International School di Qatar. Waktu itu dia baru saja duduk di kelas tiga elementary. Dia mempunyai curiosity yang sangat tinggi. Pada suatu hari sepulang sekolah biasanya setelah membuka sepatu dan meletakkan sepatu di rak di depan pintu masuk, dia langsung masuk ke rumah. Ibu yang ingin keluar rumah setelah sebelumnya tidak menyadari keberadaannya tersenyum-senyum melihat tingkah adekku yang satu itu. Ibu memergoki dia sedang mematut dirinya mengenakan sandal high heels yang baru saja kubeli. Ibu bertanya “mo apa pake kaya’ gitu ki? Itu kan punya anak girl”. Dia menjawab “adek mo practice” (mungkin dia hueran ya, bagaimana cara perempuan berjalan dengan memakai hak tinggi kali ya….)
Satu hari di dua negara

Sebenarnya hal ini sudah lama berlalu sekitar empat tahun yang lalu tapi kemarin ketika aku bercerita dengan suamiku akhirnya aku teringat lagi dan berencana mendokumentasikan cerita ini. Seperti yang pernah aku tuliskan bahwa aku pernah bekerja di Qatar padahal saat itu aku hanya berencana tinggal selama enam bulan saja jadi otomatis visa pun hanya diurus untuk tinggal selama enam bulan saja tidak lebih.
Semua jadi berubah semenjak aku di terima bekerja ketika baru tiga bulan tinggal di sana. Ayah dan ibu tidak ingin kesempatan kerjaku melayang begitu saja. Mereka mengurus perpanjangan izin tinggalku. Peraturan keimigrasian Qatar sangatlah ketat konon seorang temanku yang melebihi izin tinggalnya disana dikenakan charge 200 QR sehari (bener-benar bikin bangkrut).
Diputuskan bahwa aku akan keluar dari Qatar sebentar saja kemudian masuk lagi sehingga aku mendapatkan izin tinggal otomatis selama satu bulan jadi akan ada waktu untuk orangtuaku mengurus izin tinggal yang sebenarnya alias resident permit. Waktu itu aku kerja masuk siang yaitu jam tiga sore jadi orangtuaku berencana untuk mengeluarkan aku ke negara terdekat yaitu Bahrain pada jam sembilan pagi. Aku tidak akan berlama-lama di Bahrain melainkan hanya di bandara saja demi mendapatkan cap keluar Qatar dan direncanakan hanya sekitar 25 menit saja disana serta kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Qatar.
Sesampainya disana aku langsung cepat-cepat mencari gate keberangkatan yang sudah tertulis di boarding passku setelah sebelumnya tak lupa singgah ke duty free untuk membeli kenang-kenangan khas Bahrain untuk ibuku. Beliau kebetulan sedang mengoleksi benda-benda yang berbau luar negeri seperti miniatur gelas. Ketika sampai di gate aku hanya melihat sedikit orang yang menunggu pesawat ke Qatar kembali dan mereka semuanya kelihatan tenang-tenang saja padahal jam berangkat tinggal sebentar lagi. Aku beranikan untuk bertanya kepada seorang wanita yang duduk disebelahku akan kemana dia. Betapa terkejutnya aku ketika dia berkata akan ke Beirut (ibukotanya Libanon red). Paniklah aku dan segera bertanya kepada petugas bandara. Mereka lalu mengantarkan aku ke tempat check in dan langsung ke depan pintu pesawat. Ternyata tanpa sepengetahuanku gate keberangkatan telah diganti jadi tidak sesuai dengan yang tertulis di boarding pass dan aku dengan bodohnya tidak melihat pengumuman lagi.
Uniknya pesawat yang aku tumpangi untuk pergi dan kembali lagi adalah pesawat yang sama, bahkan pramugarinya saja menyapa aku dan berkata ‘’nice to meet you again’’hehehehe. Tidak sampai satu jam akhirnya aku sudah menginjakkan kaki lagi di Qatar dengan selamat dan tepat pada pukul tiga aku langsung pergi ke kantorku dan bekerja seperti tidak ada yang terjadi. Oh…thanks pada penemu pesawat yang membuat perjalanan semakin singkat.
source pic; http://conanzedo.files.wordpress.com/2008/07/pic01.jpg
Saturday, January 16, 2010
Better than I

I thought I did was right
I thought I had the answers
I thought I chose the surest road
But that road brought me here
So I put a fight
And told you how to help me
Now just when I given up
The truth is coming clear
YOU know better than I
YOU know the way
I’ve let go the need to know why
For YOU know better than I
If this has been a test
I cannot see the reason
But may be knowing “I don’t know”
Is part of getting through
I try to do what’s best
And faith has made it easy
To see the best thing I can do
Is put my trust on YOU
For YOU know better than I
YOU know the way
I’ve let go the need to know why
For YOU know better than I
I saw one cloud I thougt it was the sky
I saw a bird and thougt and I could follow
But it was YOU who taught that bird to fly
If I let YOU reach me will YOU teach me
For YOU know better than I
YOU know the way
I’ve let go the need to know why
I’ll take the answer YOU supply
YOU know better than I
Perform by: David Cambell
Jujur saya suka sekali isi dari lagu tersebut karena sangat-sangat mengingatkan kita untuk terus berusaha, pasrah, tawakal serta berbaik sangka kepada Pencipta kita jika ditimpa musibah. Lagu ini merupakan salah satu theme song dari film kartun besutan Dream works yang berjudul Joseph, The king of dreams a k a cerita Nabi Yusuf, walau ditinjau dari injil. Sangat bagus untuk di tonton untuk diambil hikmahnya, enjoy…
lagu ini bisa didengar di: http://www.youtube.com/watch?v=O3m6pqf5J98
Source pic from: http://www.cinemotions.net/data/films/0066/35/1/affiche-Joseph-le-Roi-des-reves-Joseph-King-of-Dreams-2000-2.jpg
Ibn Batuta

bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibn Abdullah Al Lawati Al Tanji Ibn Battuta. Beliau adalah seorang penjelajah muslim asal Maroko beraliran Sunni Maliki yang juga seorang pelajar yang telah mengarungi benua Afrika, Asia dan Eropa. Beliau dilahirkan pada tanggal 25 Februari 1304 di kota Tanjier, Maroko yang pada masa itu di perintah oleh dinasti Marinid. Beliau memulai perjalannya yang sangat bersejarah itu pada umur yang masih sangat muda yaitu 22 tahun (jika dihitung dari penanggalan tahun Hijriah atau 21 tahun 4 bulan jika memakai penanggalan Masehi). Pada saat itu beliau berkeinginan untuk berhaji serta mengunjungi makan Rasulullah SAW di Madinah. Perjalanannya ke tanah suci sendiri sebenarnya hanya memakan waktu 16 bulan namun beliau baru kembali ke kampung kelahirannya setelah 24 tahun kemudian.
Perjalanannya dimulai pada hari Kamis tanggal 2 Rajab 725 H atau 14 Juni 1325 Masehi. Ketika itu beliau berpergian sendiri tanpa ada seorangpun teman yang menemaninya maupun pesta perpisahan. Sebenarnya pada saat itu sangat berat baginya untuk pergi meninggalkan negrinya, orangtuanya maupun teman-temannya namun keinginan yang kuat untuk mengunjungi tempat suci tersebut sudah tidak terbendung lagi.
Perjalananya ke Mekah di mulai dengan perjalanan darat melintasi kesultanan Abd al-Wadid dan Hafsid di Afrika utara. Rutenya melintasi Tlemcen, Béjaïa baru kemudian ke Tunis dimana dia tinggal disana selama dua bulan. Di daerah yang bernama Sfax akhirnya Ibn Batuta mengakhiri masa lajangnya.
Pada awal musim semi pada tahun 1326, setelah beliau menempuh perjalanan lebih dari 3,500 km (2,200 mil) beliau tiba di pelabuhan Alexandria bagian dari imperium Bahri Mamluk. Disana dia menghabiskan waktu selama beberapa bulan mengunjungi tempat-tempat sampai ke Cairo yaitu kota terpenting dan terbesar dari kerajaan Mamluk, disana beliau tinggal selama sebulan. Ada tiga rute yang biasanya dilalui orang yang hendak berhaji dan Ibn Batuta memilih untuk melintasi sungai Nil menuju pelabuhan laut Merah yaitu Aydhab namun ketika mendekati kotanya beliau terpaksa kembali lagi ke Cairo di karenakan ada pemberontakan yang terjadi disana.
Sesampainya di Cairo, beliau memilih melewati Damaskus. Setelah menghabiskan satu bulan beRamadan di sana akhirnya beliau melanjutkan perjalanannya ke Madinah dengan bergabung dengan kelompok caravan langsung ke makam Rasulullah SAW. Setelah empat hari berlalu, beliau kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekah. Setelah menuntaskan hajinya beliau memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menjelajah tempat-tempat diberbagai belahan dunia lainya.

Selama hidupnya beliau telah menjelajah hampir 75,000 mil, berikut ini adalah tempat-tempat yang beliau kunjungi:
Maroko, Aljazahir dan Tunis
•Tangier (dimulai dari sini yaitu kota kelahirannya yang berada pada bagian utara Maroko)
•Fes
•Marrakech
•Tlemcen (Tilimsan)
•Miliana
•Aljazahir
•Pegunungan Djurdjura
•Béjaïa
•Constantine – disebut juga Qusantînah.
•Annaba – disebut juga Bona.
•Tunis.
•Sousse – disebut juga Susah.
•Sfax, disini beliau pertama kalinya menikah.
•Gabès
Libya
•Tripoli
Imperium Mamluk
•Cairo
•Alexandria
•Yerusalem
•Bethlehem
•Hebron
•Damaskus
•Latakia
•Mesir
•Syria
Semenanjung Arabia
•Madinah
•Jeddah
•Mekah.
•Rabigh
•Oman
•Dhofar
•Bahrain
•Al-Hasa
•Selat Hormuz
•Yaman
Imperium Byzantium dan Eropa timur
•Konya
•Antalya
•Bulgaria
•Azov
•Kazan
•Sungai Volga
•Kontatinopel
Pakistan dan Asia
•Punjab
•Khwarezm and Khorasan (sekarang Uzbekistan,Tajikistan, Iran bagian timur dan Afghanistan)
•Bukhara dan Samarqand
•Pashtun wilayah Afghanistan timur dan Pakistan)
India and Bangladesh
•Delhi
•Uttar Pradesh
•Deccan
•Laut Konkan
•Kozhikode
•Malabar
•Pantai Coromandel - di India.
•Bengal sekarang Bangladesh dan Bengal barat
•Sungai Brahmaputra di Bangladesh.
•Sungai Meghna dekat Dhaka
•Sylhet
China
•Quanzhou – beliau menyebutnya kota keledai di dalam bukunya
•Hangzhou — Ibn Battuta menyebutnya "Madinat Alkhansa" didalam bukunya. Dia juga menyebutkan kota yang terbesar didunia saat itu, dia menghabiskan tiga hari menelusuri kota tersebut.
•Beijing
Tempat lainnya di Asia
•Burma (Myanmar)
•Maldives
•Sri Lanka – dikenal oleh orang Arab saat itu dengan sebutan Serendip.
•Sumatra
•Semenanjung Malay - Malaysia
•Philippines - Ibn Battuta mengunjungi kerajaan Sultan Tawalisi, Tawi-Tawi
Somalia and East Africa
•Mogadishu
•Berbera
•Kilwa
•Mombasa
Mali Afrika barat
•Timbuktu
•Gao
•Takedda
Mauritania
•Oualata (Walata)
Akhirnya pada tahun 1368 atau 1369, Ibn Batuta menghembuskan nafas terakhirnya di kota kelahirannya, Tanjier, Moroko
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Battuta and Internet Medieval Source Book
Pic from: http://www.jerusalem-pedibus.net/images/common/mpibvoya.jpg http://commons.wikimedia.org/wiki/File:IbnBattuta.jpg
Thursday, January 14, 2010
Karena kakak bukan laki-laki

Pada tahun 2006 akhir aku pulang berlibur ke Indonesia. Saat itu suamiku sedang haji dan karena tidak punya teman di Maroko akhirnya aku pulang. Pada saat itu di rumah ada tante, dua om, ibu, empat adekku serta nenek. Tak lama ibu memintaku menjaga rumah serta adek-adek karena ibu akan pergi menyusul ayah ke Qatar karena suatu urusan.
Waktu itu suasana sedang tidak enak. Ibu pergi dengan meninggalkan masalah yang menurutku besar. Akupun terkena imbasnya. Kesalah pahaman itupun berujung dengan klimaks yang tidak sangat mengenakkan. Ditengah hawa panas pertengkaran tersebut seseorang (bukan aku lho) melontarkan kata-kata yang sangat tidak pantas. “Kon***l “ (maaf ya !).
Setelah reda dan masing-masing diam adekku yang bernama dicky menghampiri Dicky:kak Tina….kak Tina (dia selalu gitu kalo mo ngomong serius) kon***l itu apa (dengan mimik polos)
Tina: Aku terkejut. Segera kujawab “itu adalah punya laki-laki”
Dicky: Hhhhah (dengan muka syok)
Berpikir sebentar dan berkata : “adek marah!!(dengan muka ga’ rela) kak Tina sama nenek di bilang kek gitu”
Dalam hati wah bisa juga nih anak ngebela kakaknya tapi temans kata-kata selanjutnya ga’ kuku banget deh.
Dicky: (mendekat dan agak berbisik)“kalo adek yang di bilang, adek ga’ marah tapi kan kak Tina ma nenek ga punya itu makanya adek marah (gubraks kirain mo bilang apa)
Wednesday, January 13, 2010
Bakwan
Saya yakin semua pembaca tahu dan bisa membuat Bakwan, jajanan yang sangat gampang kita temui dimana-mana. Saya sendiri terus terang baru saja menemukan formula campuran yang tepat dan sangat simpel untuk membuatnya. Berikut ini resepnya saya share buat semuanya, enjoy...
Bahan
-Terigu ½ kg
-Kol ¼ kg, iris tipis
-Wortel 3 buah ukuran sedang, parut kasar
-Bawang Bombay 1 buah ukuran kecil, iris kecil dan tipis (bisa diganti bawang merah 3 siung)
-Bawang putih 2 siung, iris tipis
-Daun Seledri (jika suka)
-Merica hitam 2 sdt
-Garam, gula serta kaldu penyedap secukupnya
-Air secukupnya
Cara
Cukup campur semuanya tanpa terkecuali. Goreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan, angkat serta sajikan.
Nb : jika ingin lebih enak bisa campurkan udang yang sudah diblender dengan banyak sesuai selera.
Tragedi karet gelang kuning

Dulu banget waktu aku kelas satu SD di Taman Siswa di tanah rencong punya teman sebangku yang bernama Irwan, panggilannya Iwan. Iwan anak yang lumayan pandai, pintar bersosialisasi dan little bit good looking. Dia memiliki kulit yang putih makanya banyak anak-anak cewek yang suka cari-cari perhatiannya. Hampir setiap pose (waktu sekitar 10 menitan untuk istirahat bagi siswa-siswi pada pergantian kelas) dimamfaatkan para siswi untuk main ke bangku Iwan atau mereka berhahahihi keluar kelas.
Pada suatu hari tidak biasanya si Iwan ini tidak keluar dan beranjak sedikitpun dari bangkunya. Penuhlah meja kami dengan kedatangan “kupu-kupu” yang ingin mendekati si Iwan tersebut (masih SD dah naksir-naksiran). Kebetulan juga aku hari itu males kemana-mana dan memutuskan untuk memakan bekal makan siangku di bangku aja. Hari itu si Iwan yang membawa bekal dua tangkup roti tawar yang di taburi meises dan olesan mentega kelihatan gelisah dan tidak kunjung memakan bekalnya. Mulailah si cewek-cewek yang sedari tadi mengerumuni “sang kumbang” membuka kotak bekalnya dan menyuapinya. Mereka berbincang-bincang sambil nyuekin aku yang duduk disamping si playboy dadakan tersebut.
Cewek2 :Iwan…iwan kalian lapar ya? Mo kami suapin ga? (kebiasaan orang di Aceh tersebut adalah mengatakan saya dengan kami dan kamu dengan kalian)
Iwan :iya kami lapar, boleh lah
Cewek2 : (hahahihi ga’ jelas )
Tak berapa lama aku yang ga’ punya basa-basi ini berbicara dengan si Iwan
Aku : Wan…itu apa yang kuning-kuning di dekat celana kalian?
Iwan : Mana? Oh itu karet gelang warna kuning (sounds right)
Aku belum merasa puas dan tak lama mencium bau yang tidak sedap serta entah kenapa melihat kebawah
Aku : eh…Iwan beol ya? (dengan pandangan menuduh dan suara keras tak mampu menyembunyikan rahasia) pantesan bau!
Serta-merta si Irwan nangis keras (mungkin malu kali) dan sepasukan cewek-cewek pergi menjauh dan guru langsung datang dan menyelesaikan masalah tersebut.
Sorry ya wan di certain…abis lucu sih…
Source pic:
http://www.google.co.ma/imgres?imgurl=http://wb3.itrademarket.com/pdimage/75/615975_karetgelangpentilkw2.jpg&imgrefurl=http://pkperdamaian.indonetwork.co.id/615975/karet-gelang-pentil.htm&h=500&w=666&sz=31&tbnid=3S626bjwh-VV0M:&tbnh=104&tbnw=138&prev=/images%3Fq%3Dgambar%2Bkaret%2Bgelang&hl=fr&usg=__GHL8p1w3WdlmD-e0S7g7Qx_HKBw=&ei=tRFOS4vPOZiW_QbNn7inBw&sa=X&oi=image_result&resnum=7&ct=image&ved=0CBMQ9QEwBg
Tuesday, January 12, 2010
Kuah Ikan Teteaji
Bahan
-Ikan Makarel ½ kg
-Cabe merah 3 buah, belah
-Bawang Bombay 1 buah, iris tipis
-Bawang putih 3 siung, iris tipis
-Tomat 1 buah, belah empat
-Kunyit bubuk 3 sdt
-Jintan bubuk 1 sdt
-Cabe merah bubuk 2 sdt
-Ketumbar bubuk 1 sdt
-Paprika bubuk 2 sdt
-Jeruk nipis 1 buah
-Daun salam 2 lembar
-Air 1 panci sesuai selera
-Minyak sayur 6 sdm
-Garam, gula sesuai selera
Cara membuat
Masukkan ikan didalam panci, taburi dengan bumbu bubuk dan bawang bombai, bawang putih, daun salam, garam dan gula. Aduk hingga rata kemudian tuang air dan masak di api sedang hingga mendidih. Setelah mendidih masukkan minyak sayur serta tomat. Tunggu hingga tomat lunak kemudian tuangi dengan perasan jeruk nipis, matikan api lalu masakan siap disajikan
Facebook Badge
The beginning of making this blog
Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.
Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.
Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.
Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.
Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.
Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.
Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.
Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.
Arita Agustina Med HATTA
