Friday, January 8, 2010

Dulu dari guruku


Dulu waktu masih SD aku sering di beri tugas oleh guruku membuat kerajinan tangan atau hasta karya seperti bikin bunga, boneka, menyulam, dll. Tidak hanya membikin suatu karya tetapi oleh guruku yang kreatif itu kami kadang disuruh memperagakan bagaimana cara menyuci yang baik, mengepel lantai dan membersihkan kuningan.
Cukup membawa satu kuningan dirumah yang bernoda dan selanjutnya di kerjakan disekolah atas pengawasan guru tersebut. Caranya yaitu gosok kuningan tersebut dengan abu gosok sampai noda di kuningan hilang, cuci bersih dan gosok dengan jeruk nipis. Niscaya kuningan tersebut bersih. Eeeeeeh sampai di rumah karena kagum dengan hasilnya akhirnya ibuku menyuruh aku membersihkan peralatan kuningan di rumah. Benar-benar pelajaran yang berguna, Terima kasih guruku...Jasamu tidak akan terlupakan...

Syarat Pengurusan Surat Nikahku


Seperti pada postingan yang lalu* bahwa saya dan suami saya menikah di Maroko karena ketidakmungkinan kami menikah di negara sendiri alias Indonesia. Hal itu disebabkan banyak halangan yaitu: ayahku baru saja mengambil cuti panjang, calon suamiku yang masih kuliah di Maroko itu lagi di Saudi untuk menunaikan ibadah haji yang mana rencananya akan ke Qatar untuk menikah disana namun segala usaha kami untuk mendapatkan visa gagal maka diputuskanlah kami akan menikah di negara tempat suamiku itu bermukim dengan catatan ayah mengambil cuti lagi namun hanya cukup seminggu saja.
Pada saat itu kami langsung sibuk mengurus segala sesuatunya yang dibutuhkan untuk menikah terutama pengurusan berbagai dokumen yang akan dipakai sebagai syarat kami menikah yaitu:
1.fotocopy Paspor kedua calon pengantin beserta wali pengantin perempuan (ayahku sendiri) beserta VISA (jika ada).
2.Surat Persetujuan untuk menikah (dua versi yaitu bahasa Indonesia dan Arab (sesuai bahasa tempat bermukim).
3.Avidavit (kartu keluarga) yang di keluarkan KBRI setempat (waktu itu aku tinggal di Qatar bersama ortu).
4.Permohonan numpang nikah WNI dari KBRI tempat bermukim (Qatar) ke KBRI yang dituju (Maroko).
5.Surat keterangan status suami.
6.Surat kesediaan orang tua untuk menikahkan anaknya bagi kedua belah pihak.
7.Pasphoto 3x4 sebanyak 6 lembar.
8.Biaya buku nikah.
* Cerita pertemuanku

daun Kasbur dan Makdonis

Saya sering menyertakan daun ketumbar (kasbur) serta daun jintan (makdonis) dalam resep yang telah saya posting, inilah wujud penampakan daun tersebut

Daun Kasbur(daun ketumbar)


Daun Makdonis(daun jintan)

resep yang menggunakan daun ini adalah:
Tajine

Djemaa El Fna


Adalah tempat berjejernya banyak souks (pasar tradisional) yang terkenal di kota Marrakech yang bertempat di jantung kota. Pasar itu sangat banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tidak jauh dari pasar tersebut juga ada sebuah masjid tua yang bernama Koutubia. Konon namanya berasal dari kata kutub (buku dalam bahasa Arab) karena dulunya di sekitar masjid tersebut banyak penjual buku. Masjid itu juga termasuk masjid paling tertua di Marrakech.

Di arena pasar tersebut juga banyak kita temukan café-café, penjual bumbu bubuk seperti merica, jintan, kunyit, kayumanis yang ditata menyerupai pyramid diatas dorongan yang dicat sangat artistik juga mereka menjual beragam kacang-kacangan. Selain penjual bumbu dan kacang juga ada banyak orang yang menjual jus jeruk yang segar sekali hanya seharga 5 DH/gelas. Jika diperhatikan barang yang dijual di pasar maka kita akan melihat dagangan yang unik serta tidak biasa seperti, gigi, kulit ular, dll.

Djemaa el fna lebih indah dan lebih semarak jika dikunjungi pada waktu malam karena ada banyak penjual makanan khas Maroko yang berjualan di tenda ditengah-tengah arena pasar yang tidak beroprasi di siang hari. Segala jenis masakan mulai dari Tajine (masakan khas Maroko berupa daging yang dimasak dengan bumbu tertentu) sampai Pastella (kue khas Maroko berupa ayam dan kacang yang dibalut dengan kulit semacam kulit lumpia beraroma kayu manis yang berasa gurih dan manis) dapat ditemukan disana. Waktu itu aku dan suamiku memesan kepala kambing, wow..sungguh enak. Tendanya hanya berisi kursi-kursi panjang yang mengelilingi dapur mini ditengah-tengah setiap tenda dimana koki siap melayani. Harus diingat bahwa makan disini tidaklah boleh berlama-lama sebab hampir bisa dipastikan pada jam tertentu pengunjung sangat banyak yang mengantri di belakang orang yang sedang makan. Cukup memesan makanan dan atai (teh khas Maroko) akan dihidungkan juga. Harga makanan disini terjangkau dan hampir sama dengan di tempat lain. Disetiap tenda bisa dipastikan ada seseorang pelayan yang sangat agresif memanggil orang-orang yang masih berseliweran jalan untuk singgah ke tendanya, tidak hanya dalam bahasa setempat (darijah) mereka juga berbahasa Inggris, Spanyol, dll pokoknya heboh sekali.

Sudah kenyang makan, jangan langsung pulang berkelilinglah ke sekitar maka anda akan menemukan banyak atraksi disana seperti tarian, sulap, pertunjukan monyet, ular kobra, pendongeng, pemain musik yang masing-masing di kelilingi dengan orang yang melihatnya. Biasanya mereka meminta saweran berapa saja sebagai uang lelah pertunjukan. Disana juga ada para wanita yang menawarkan jasa henna (inai) dan meramal nasib, namun buat meramal dan melukis henna kamu harus menanyakan berapa upahnya sebelum menggunakan jasa mereka karena terkadang mereka tidak mematok harga yang standar kepada semua orang. Memang mereka sangat agresif mengajak kita untuk menggunakan jasanya namun ujung-ujungnya kita harus membayar mahal sekali. Begitupun dengan pertunjukan monyet. Pernah saya menyaksikan ada seorang turis Prancis yang hanya berfoto dengan monyet disana harus membayar 50 DH padahal sebelumnya saya melihat warga setempat membayar 10 DH untuk pertunjukan monyet, makanya jangan langsung memakai jasa mereka sebelum bertanya berapa upahnya. Bagi yang ingin membeli oleh-oleh juga harus benar-benar menawar serendah-rendahnya jangan seperti saya yang pernah harus membayar tiga kali lipat dari harga pasar biasanya.

Selain tenda-tenda, pasar dan cafe kita juga bisa menemukan kereta kuda yang parkir didekat pasar. Biasanya dengan tarif kurang lebih 200 DH kita sudah bisa berkeliling Marrakech. Biasanya juga ada bis bertingkat berwarna merah yang juga menawarkan jasa berkeliling ke tempat wisata di Marrakech, hanya cukup membayar 130 DH. Perjalanan wisata dengan bis tersebut dibagi atas dua kategori yang melewati tempat wisata yang berbeda juga.




Masjid Koutubia di malam hari

source pic Djemaa el fna www.google.com

Thursday, December 31, 2009

Spaghetti


Bahan
• Daging giling 200 grams
• Tomat 2 buah, kupas dan buang isinya serta iris kecil
• Spaghetti 500 grams
• Tomat puree 2 sdm
• Bawang Bombay 1 buah ukuran sedang, iris tipis-tipis
• Merica hitam 1 ½ sdt
• Paprika bubuk 1 sdt
• Cabe merah bubuk 1 sdt
• Oregano bubuk 2 sdt
• Minyak sayur untuk menumis secukupnya
• Garam, gula sesuai selera
• Air ½ gelas kecil
Cara membuat
Panaskan minyak sayur dan tumis bawang bombay sampai harum lalu masukkan daging giling tumis sampai berubah warna. Setelah itu, masukkan tomat segar, bumbu bubuk, oregano, garam dan gula tunggu sampai tomat lunak lalu masukkan tomat puree. Ketika masakan mendidih masukkan air kira-kira ½ gelas kecil. Aduk-aduk sampai mendidih sekali lagi dan masakan dapat langsung disantap.
Merebus spaghetti:
Masak air di sekitar 1 liter untuk merebus spagetti jangan lupa taruh garam dan miyak sayur secukupnya tunggu hingga mendidih lalu masukkan spaghetti. Aduk-aduk usahakan jangan sampai lengket satu sama lain. Kira-kira 10 menit spagetti dapat diangkat, tiriskan dan guyur dengan air bersih. Spaghetti dapat langsung dimakan bersama kuahnya setelah ditaburi keju sesuai selera.



Nb: Biasanya saya juga akan membuat pizza mini dari sisa kuah yang tidak habis dimakan. Caranya siapkan adonan roti yang terdiri dari tepung terigu 100 gram, mentega 2 sdm, ragi basah atau kering (fermifan) jika pakai yang basah 1 sdt jika fermifan sejumput saja, air (5 sdm). Campur semua bahan yang ada sampai kalis dan diuleni seperti membuat roti. Bentuk bulatan dan dipipihkan sampai sesuai keinginan dan taruh toppingnya dan roti siap di panggang dengan api kecil. Pssst jika tidak ada oven anda juga bisa memanggangnya di kompor memakai panci yang ada tutupnya (harus yang rapat ya…) dalam panci di taruh beberapa sendok metal dan taruh roti yang sudah di olesi topping diatasnya (roti di taruh di wadah metal juga sesuai ukuran panci). Panggang dengan api kecil selama 20 menit hingga matang.

Tahun Baru n Semangat Baru

Thursday, December 24, 2009

Memory dulu


Dulu aku pernah di suruh membikin karangan tentang apa yang aku rasakan dan alami selama bekerja di kantorku yang juga berfungsi sebagai Islamic Center itu. Waktu itu aku baru saja bekerja sekitar lima bulanan. Sekarang sudah sekitar tiga tahun aku resign dan tidak pernah bekerja lagi dan aku teringat lagi semua memory yang dulu. Aku bekerja mulai dari bulan February 2005 sampai February 2006. Hanya tepat setahun aku bekerja dan berhenti di karenakan menikah dan pindah negara. Lucunya bulan masuk dan berenti itu sama padahal tidak direncanakan sama sekali (what a coincidence). Silahkan di nikmati and feel free to leave your comment but not about grammar ya 
----------------------------------------------------------------------------
Arita’s opinion about Dar Al Arqam
I still remember the first time when I came to Dar Al Arqam. It was in the Ramadan when there was an activity that was done by Indonesian stream. At that time my brother took part in the activity and I with my mom should accompany him to go home because it was so late. The activity is ‘Pesantren Kilat’ the usual activity that is done by most of moslem in my country Indonesia but in English we can say it ‘the subject that is given very fast at the one time’ so the Indonesian say it kilat or lighting. At that time there was nothing in my head to work in Dar Al Arqam at all or coming to the building for the second time.

Someone’s opinion could change so it is mine. At the first time when I came here, I just think to spend six months and after that I will go home to my own country to continue my school to the higher level. One day I came to my friend’s house and after we talk for hours she said there was a vacancy in Dar Al Arqam but she said that my friend,Yuni wanted to work there. She had been already promoted by Mr. Munawir, one of the popular Indonesian in the Dar Al Arqam to Mrs. Dalia, the Dar Al Arqam Coordinator but she refused it because she felt she could not work there. I went to my house with a plan, “this time I want to work”. I just wanted to make my parents proud that I can work since I was the second daughter in my family and also the older at least that was in my mind before I work.

My plan begun when I called Mrs. Soraya, one of the teachers there. I decided to go to Dar Al Arqam tomorrow morning. I had already told my father about my plan and he seems to agree with it. I did not know the way to go there but I did not care about it, I will find the way. Lucky, my father who want to go somewhere dropped me to go there so there was an interview happened among me, my father and Mrs. Dalia (what a funny thing because as I know an interview only happens between two people). Later I knew that I had already met Mrs. Dalia in the first time I arrived to Qatar. It was Tuesday evening 18 October 2004 in Al Waha Ball room when there was fast breaking or iftar there, one of the Dar Al Arqam’s activities that I know several months later after I work there.

Being in Dar Al Arqam is very amazing for me. I know many things about many countries. Their culture, social and many more but I still got culture shock too, may be because I am not used to live here. It is my first job that I will be paid, before I had worked in the school as a teacher of English subject in elementary school. At that time I was not paid because it was one of the important requirements for my graduation that was held in October 13th 2004.

Dar Al Arqam’s building is the same as the C building but Dar Al Arqam is all of the houses in the building (four houses). The number is C-85, situated in the street: 34. Soon it becomes the first word that I have to say to the another office, like this: “hallo, this is Dar Al Arqam C-85 and bla-bla”. It has four streams such as: Indonesian, Pakistani, Arab and also Indian.

Everybody could join the Dar Al Arqam’s classes. It has many categories, for instance: Kids, ladies, gents, boys & girls and also boys. Each stream can be attended for the one who uses the same language, no matter she or he come from Egypt, Algeria, Palestine, Qatar, Bahrain and many more can take part in the stream. I think Arab stream has many students more the other stream. Indian stream is only for the one who uses Malayalam. All I know that Indian only uses Hindi language but my opinion is absolutely wrong because it has many language besides Hindi, may be because all of film that I watch are from Bombay whose language Hindi. Pakistani stream is for the one whose language Urdu. Urdu has a little bit similarity to the Malayalam but its writing just like Arabic. At the beginning I am here, I got many confusions about Indian stream and Pakistani stream. Indonesian stream can be attended for the one who use Melayu language just like Malaysia and also Brunei Darusalam (the richest country in the south east Asian).

Dar Al arqam has many programs besides providing lesson for each stream. It also including ladies trip (the one that I love), boys activity, lectures for Arab ladies also for all nations just like Dar Al Arqam held recently (How to protect your back), cooking demo and many more.

Besides me, there is another assistant here. Her name is Lamia. She is from Egypt the same as Mrs. Dalia. There is another office (Awqaf) but it separates from Dar Al Arqam but still ini one building(C-85-1). The people who worked there are Qatari ladies: there are Eman, Nur and also Hissa. Maymona who comes from Kerala, one of the cities in India is the one who in charge of the cleanliness, tidiness and neatness of this building. We owe to her. I just realized that since she is not here for taking leave. In Awqaf (semacam kantor bagian keagamaan) there is Zubaida and I like the way she smile to me (she always do that whenever she is passing in my room ). They all are married and I am still single (this is my mind).

We have many teacher here. For Awqaf we have Mrs. Ghada, Mrs. Khatam Yosif, Mrs. Wahiba Ali and Mrs. Amal Tabara. Sh. Mohammed Hassan teches Qur’an aspecially for Arab boys. I can’t speak with him because he can’t speak English and I can’t speak Arabic so we just communicate with sign. Evening class for Arabic kids also has teacher whose name is Amna (if I am not mistake about her name). Indonesian has Soraya, Nurdain, Tari, Yuli, Nenny (she is in charge of all of administration regarding to the Indonesian. Actually Indonesian has many teachers beside they that I had already mentioned above but they already gone out just like Dewi, Sa’diyah, Molly and also Nina (the one who in charge of Indonesia before Nenny). Pakistani stream has Mrs. Tahira Yousaf. She is a wife of my father’s friend. She also friendly and she treat me like her friend. Sh. Alam Noor and Shah Alam are the teachers for Pakistani stream who teach Qur’an. Both of them are friendly. India stream has special lesson for gents and the teacher is Sakeer Husain. He is also one of my father’s friends. Whenever he see me he always greet me in our language “Apa kabar? Bagos?. Mujeeb Rahman is the teacher for Indian ladies Qur’an class. Beside them that I had already written, there are Muenudhen, Firose, Yousf for Indian kids but I know nothing about them because they never want to talk with me except for the photocopy matters. They say only “please give me two or five copies of this”. I had already memorized it. Whenever they come to my room only the words goes out from their mouth. I do not know why it happens. All things that I already mentioned above are very interesting and I love to be here and I hope I can work well.

Kursi Maroko


Ada banyak desain kursi tamu yang ada di pasaran, bahkan di Indonesia sendiri ada suatu tempat yang khusus menghasilkan furnitur seperti kursi tamu dari kayu jati, Mahoni, dll yaitu di Jepara. Kita bebas memilih jenis, model serta beragam harga yang tersedia di pasaran. Di Maroko sendiri kursi tamu mempunyai banyak variasi material, baik itu kayunya, kain penutup jok kursi sampai jenis hiasan seperti diukir, tempelan tulang atau dilukis saja tentunya juga dengan harga yang berbeda-beda pula.

Ukuran kursi Maroko (sdader) tidaklah standar artinya kursi itu dibuat berdasarkan ukuran ruang tamu seseorang yang memesannya. Berbentuk memanjang menutupi empat sisi ruangan dipotong jalan masuk dan keluar. Pegangan tangan hanya berada pada dua sisi tepi awal dan akhir kursi didekat jalan keluar dan masuknya saja. Pada dua pojok bagian dalam ditempatkan dua peti persegi yang mempunyai tutup yang bisa dibuka dari atas. Tidak terdapat sandaran badan tetapi sebagai gantinya terdapat banyak bantal yang menutupi seluruh kursi. Terdapat satu buah meja besar yang berbentuk bundar ataupun persegi delapan serta empat buah meja kecil dimasing-masing sudut kursi. Jok yang ada bisa dicopot sesuai keinginan karena hanya berupa kasur kecil memanjang dan biasanya juga dilapisi dengan kain yang bisa dibongkar seperti keberadaan seprai atau jika dijahit mati maka ditempatkanlah busa tipis yang dilapisi kain seperti quilt (selimut musim dingin).

Kursi di negara ini memegang peranan yang sangat vital bagi kehidupan mereka. Betapa tidak kursi bagi mereka adalah tempat menjamu tamu yang datang apalagi disaat digelarnya pesta (perlu diketahui bahwa masyarakat disini tidak bisa duduk dibawah atau lesehan seperti laiknya masyarakat kita). Berfungsi sebagai meja makan, mereka selalu makan bersama-sama dengan piring besar yang sama pula apalagi setiap hari jumat* dan juga tempat tidur. Peti yang ada sebenarnya adalah tempat penyimpanan selimut. Mereka tinggal mengambil bantal yang banyak tersedia di kursi tersebut dan dapat langsung melampiaskan hasrat ngantuknya.

Sunday, December 20, 2009

Sup Daging


Bahan
- Daging sapi ½ kg, potong mengikuti serat kira-kira 5x5 cm
- Kentang 3 buah, belah membujur menjadi 8 potong
- Wortel 2 buah, potong sesuai selera
- Bawang merah 5 siung, rajang halus
- Bawang putih 2 siung, rajang halus
- Tomat 1 buah, iris
- Daun seledri 1 batang, iris tipis-tipis
- Daun bawang 1 batang, potong serong
- Cengkeh 7 butir
- Kayu manis 1 batang
- Minyak untuk menumis
- Garam dan gula secukupnya
- Air 1 ½ liter
Cara membuat
Masak air dengan cengkeh, kayu manis, garam dan gula sampai mendidih kemudian masukkan daging. Setelah hampir matang masukkan sayuran. Sementara itu tumis bawang merah & bawang putih sampai layu agak kekuning-kuningan. Ketika sayuran telah matang masukkan tumisan bawang serta tomat dan daun-daunan. Masakan siap di hidangkan.

Tips: jangan sekali-kali memasukkan daging sebelum air mendidih karena akan menyebabkan air sop menjadi hitam.

Sup Ayam

Bahan
- Ayam ½ kg
- Kentang tiga buah
- Wortel dua buah
- Daun seledri dua batang
- Daun bawang satu batang
- Tomat 1 buah
- Jeruk nipis setengah
- Pala ½ buah
- Merica 2 sdt ( jika ingin harum pakai merica putih dan jika ingin pedas pakai merica hitam atau bisa kombinasi keduanya)
- Bawang putih 2 siung & bawang bombay 1 ¼ suing
- Air 1 ½ liter
- Gula secukupnya
Cara membuat :
Rebus air 1 ½ liter kemudian masukkan merica bubuk, bawang bombay rajang ¼ siung, garam, gula sejumput. Setelah mendidih masukkan ayam sampai setengah masak kemudian masukkan kentang dan wortel yang telah dipotong-potong sesuai selera. Pada saat yang sama goreng bawang Bombay 1 siung & bawang putih 2 siung yang telah di iris tipis serta pala parut, masukkan kedalam rebusan ayam. Sewaktu hendak diangkat masukkan daun seledri dan daun bawang serta jeruk nipis. Siap dihidangkan

Susu Kedelai

Bahan
• Kedelai 100 gram
• Air 3 liter
• Kayu manis batangan 1 batang
• Daun Pandan 2 lembar
• Gula sesuai selera
• Garam secukupnya
Cara :
Rendam kedelai selama 2 jam, cuci bersih dan blender dgn sedikit air. Peras adonan dengan air yang sudah tersedia, jangan lupa peras memakai kain yang pori-porinya agak jarang seperti kain sifon. Masak perasan susu kedelai, masukkan kayu manis, daun pandan, gula dan garam setelah mendidih matikan api. Susu dapat langsung disajikan hangat-hangat

Ouarzazate


Sekali waktu dalam kesempatan keluar kota saya dan suami yang saat itu masih berstatus pengantin baru ditawari pergi berwisata ke sebuah tempat yang bernama Ouarzazate (baca warzazat). Kebetulan juga waktu itu kami tidak harus membayar alias gratis, hadiah dari seorang rekan suami saya. Kami pergi dengan menaiki bis wisata bermuatan 17 orang yang juga diisi dengan teman-teman suami saya. Berangkat dari kota Rabat mulai jam 8 malam akhirnya sekitar 12 jam kemudian kami sampai tujuan, sungguh sebuah perjalanan yang melelahkan apalagi medan yang kami tempuh cukup sulit.

Ouarzazate merupakan daerah selatan Maroko yang terdiri dari perbukitan dan gunung dengan jalannya yang berliku-liku. Tujuan kami kesana sebenarnya bukan mau ke gunung melainkan pergi melihat studio yang sering dipakai para insan perfilman Hollywood. Terdapat sejumlah film yang mengambil lokasi disana seperti film Cleopatra.

Pertama sampai disana kami menemukan gerbang yang terbagi dua pintu yang bertuliskan Hotel Oscar dan Atlas Corporation Studios. Akhirnya kami pun masuk kedalam Hotel dulu yang memang sudah dipenuhi orang yang mempunyai tujuan sama seperti kami juga. Ada kolam renang yang cukup besar didalam. Disekitar dindingnya kami melihat ada beberapa pigura yan berhiaskan film-film yang pernah mengambil setting tempat disana, kabarnya sih studio tersebut cukup menjadi primadona insan perfilman Hollywood.

Setelah puas melihat hotel kami pergi ke studio tersebut. Kami menemukan duplikat tempat terkenal di dunia seperti Spinx, Obelisk, Istana Firaun (pharoh), rumah Shaolin, pompa tradisional masyarakat Mesir jaman dahulu yang bertenaga kuda, duplikat pesawat terbang yang dipakai pada tahun 40an, rumah-rumah jaman dahulu.

Pada sore harinya banyak turis mancanegara yang datang antara lain yang berkebangsaan Prancis, Spanyol, Jerman, Jepang dan masih banyak lagi. Mereka berjalan mengikuti seorang guide yang bercerita tentang tempat tersebut.


Rumah Shaolin


Pompa tradisional masyarakat mesir yg ditarik dengan hewan












Rendang Ayam


Mau ngundang temen makan dirumah atau punya rencana dinner berdua pasangan dan menyajikan masakan yang berbeda yang sedikit ‘berat’ namun simpel dan ga’ malu-maluin ? berikut ini saya berikan resep rendang ayam yang sudah saya modifikasi menjadi simpel banget. So makan bersama pacar atau teman dengan masakan sendiri ?? siapa takut !
Rendang ayam
Bahan-bahan
- Ayam 1 ekor (kira-kira 1 ½ kg), potong sesuai selera
- kentang yang telah dibelah sesuai selera
- Santan kental dari satu buah kelapa
- cabe merah 7 buah (bisa lebih sesuai selera)
- bawang merah 6 siung (klo bawang bombai pake ½ ukuran sedang)
- bawang putih 2 siung
- kemiri 2 buah (jika tidak ada bisa diganti kacang tanah sangrai kira-kira 8 butir)
- Jahe 2 cm ukuran sedang
- cabe bubuk 2 sdt
- Paprika bubuk 2 sdt (berguna untuk memberi warna)
- ketumbar bubuk 1 sdt
- Jahe bubuk ½ sdt
- Jintan bubuk ½ sdt
- merica hitam bubuk 1 sdt
- kunyit bubuk 1 ½ sdt
- daun jeruk (jika tidak ada bisa diganti cengkeh, kayu manis serta kapulaga) / tentu dengan rasa dan aroma yang berbeda
- garam dan gula secukupnya
- minyak untuk menumis
Cara membuat
Tumis bawang merah iris (dari 1 siung bawang merah) setelah harum masukkan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabe, kemiri, jahe serta bumbu bubuk serta daun jeruk setelah sedikit berubah warna dan harum bisa dimasukkan ayam aduk-adik hingga terbaluri sempurna. Masukkan garam dan gula secukupnya dan kentang (jika ingin hasil kentang yang agak krenyes dan renyah jika tidak tunda memasukkannya sampai santan mendidih dan agak surut). Masukkan santan dan biarkan sampai santan surut tampa perlu ditunggui atau aduk-aduk hingga kuah surut dan mengering. Angkat dan sajikan.
Hasilnya ga’ kalah kok dengan rendang bikinan ibu dan yang pasti cukup simple.
Tips: jangan sekali-kali memasukkan penyedap karena akan membuat rasa terlalu gurih dan agak eneg.

Saturday, December 19, 2009

Tajine Ayam Anggur kering


Bahan
- Ayam 1kg potong 8, bakar diatas api beberapa saat.
- Bawang bombay 2 siung ukuran sedang, rajang halus
- Tomat ½ kg, kupas kulitnya buang bijinya dan iris tipis
- Jahe 2 cm, geprek
- Cabe merah 2 buah, belah dua dan buang bijinya
- Anggur kering, rebus sebentar.
- Kentang ½ kg, kupas kulitnya dan belah 2
- Paprika bubuk 2 sdt
- Ketumbar bubuk 1 sdt
- Jintan bubuk ½ sdt
- Merica hitam bubuk 1 sdt
- Jahe bubuk ½ sdt
- Kayu manis bubuk ½ sdt
- Garam secukupnya
- Margarine untuk menumis
- Minyak makan untuk menumis
- Minyak zaitun 3 sdt
- Air secukupnya
- Daun ketumbar segar 5 batang dipotong halus
- Daun jintan segar 5 batang dipotong halus
Cara membuat
Tumis bawang bombay sampai layu, masukkan potongan ayam, taburi semua bumbu bubuk, daun ketumbar, daun jintan secara merata dan tuangkan minyak makan serta tutup rapat. Setelah potongan ayam mengeluarkan kaldunya, masukkan tomat, kentang, cabe merah belah, garam dan jahe geprek serta tuangkan air. Kemudian aduk merata dan tuangkan minyak zaitun serta masukkan anggur kering. Tutup rapat kembali sekitar 30 menit dan masakan siap di santap

Tajine telur n Kiftah


Bahan
-Telur 5 btr
-Daging giling 1 ons
-Bawang bombay ½ siung
-Bawang putih 2 siung
-Tomat 1 buah haluskan ( orang disini biasa memakai 2 buah tetapi kulitnya dan isinya di keluarkan)
-Merica hitam 1 ½ sdt
-Kunyit bubuk 1 sdt
-Jintan bubuk ¼ sdt
-Ketumbar bubuk ½ sdt
-Cabe merah bubuk 2 sdt
-Bubuk paprika 1 sdt
-Garam & gula secukupnya
-Minyak secukupnya untuk menumis
-Jika suka bisa menambahkan rajangan daun ketumbar (kasbur) serta jintan (makdonis)
Cara membuat
Tumis bawang bombay iris kira2 1/8 siung sampai layu kemudian masukkan bawang bombay dan bawang putih yang telah dihaluskan. Setelah harum masukkan daging giling sampai berubah warna setelah itu masukkan tomat halus beserta bumbu-bumbu dan daun-daunan tadi, tak lupa garam dan gula. aduk-aduk sebentar. Selanjutnya jika telah matang tuang air kira2 setengah gelas kecil. Setelah mendidih ceplokkan telur satu persatu diatas daging kemudian tutup penggorengan dan kecilkan api. Tunggu sampai matang dan siap di sajikan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

The beginning of making this blog

Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.

Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.

Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.

Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.

Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.

Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.

Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.

Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.

Arita Agustina Med HATTA