Sunday, May 2, 2010

Becoming yourself

‘Kau tak dilahirkan sebagai dirimu yang sebenarnya’ kata sang kuda, Skin horse.
‘Dirimu yang sebenarnya adalah hal yang terjadi padamu ketika seseorang anak mencintaimu untuk waktu yang sangat lama, yang tidak menganggapmu hanya sekedar teman bermain tapi BENAR-BENAR mencintaimu, maka barulah kau menjadi dirimu yang sebenarnya.

‘Apakah hal itu menyakitkan? Tanya Rabbit, sang kelinci.
‘Kadang-kadang jawab Skin horse, karena dia selalu mengatakan hal yang sebenarnya. ‘Kalau kau menjadi dirimu yang sebenarnya, kau tak akan peduli walaupun hatimu terluka’
‘Apakah semua itu terjadi dalam sekejap?, seperti sedang terlempar keatas? tanya Rabbit lagi ‘Ataukah sedikit demi sedikit?’
‘Itu tak terjadi dalam sekejap’ kata Skin horse
‘Membutuhkan waktu yang sangat lama.
Itulah sebabnya mengapa orang yang gampang menyerah atau yang harus diperlakukan istimewa sering tidak bisa menjadi diri sendiri. Biasanya pada saat kau menjadi dirimu sendiri, hampir semua rambutmu sudah rontok, matamu sudah rabun dan tulang-tulangmu sudah lepas dan membusuk tapi tak apalah karena dengan begitu kau menjadi dirimu sendiri. Kau tak akan tampak jelek kecuali bagi orang-orang yang tidak mengerti…karena pada saat itu kau tak kan mungkin menjadi orang lain lagi. Sekali menjadi dirimu sendiri akan begitu seterusnya.

Source: Danielle Steel's Novel 'Loving'
Cuplikan dari 'The Velveteen Rabbit, by: Margery Williams

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

The beginning of making this blog

Maroko atau al-Magrib (Morocco: Inggris), pada awalnya sungguh tidak pernah terpikirkan autor untuk mengunjunginya apalagi sampai menetap di negeri yang sangat asing tersebut bahkan sangat jarang terdengar oleh telinga dan sedikit pun tidak pernah terbetik di hati saya untuk mengunjunginya.

Ia terletak di benua Afrika bagian utara, berbatasan dengan negara: Spanyol di sebelah utara, Aljazair di sebelah timur, Mauritania di sebelah selatan dan di bagian sisi baratnya membentang lebar samudera Atlantik hingga ke benua Amerika. Jarak dari Indonesia sendiri ditempuh 18 jam perjalanan via airplane.

Maroko menyimpan sejuta kenangan yang hampir dipastikan tidak akan saya lupakan seumur hidup. Bagaimana tidak, di negeri Ibnu Batouta tersebutlah penulis bertemu, menikah dan mengarungi empat tahun bahtera perkawinan. Negerinya sangat eksotik sayang untuk dilupakan begitu saja berlalu termakan waktu.

Tujuan awal penulisan blog ini adalah pengenalan dan penggalian budaya masyarakat setempat (Maroko red) serta dokumentasi perjalanan saya selama merantau di negeri tersebut. Berbekal dengan pengalaman tinggal selama empat tahun tersebut serta keinginan kuat untuk mendokumentasikan cerita-cerita unik pelengkap koleksi foto serta budaya dan tradisi masyarakat setempatlah membuat saya sedikit nekat untuk menuliskan blog pertama saya ini.

Saya memilih Judul "Untaian Cerita dari al-Magribi", untuk mendokumentasikan setiap perjalanan penulis ke daerah-daerah tertentu serta objek unik yang penulis tidak pernah jumpai dimanapun baik di Qatar, tempat bermukim penulis sebelumnya seperti sistem jual beli dan Driyal yang berlaku serta sempat membuat keki dan kelimpungan penulis.

Saya sangat mengharapkan blog ini dapat menjadi semacam buku 'pintar' yang berisi info-info singkat yang dibutuhkan orang yang ingin berkunjung ke negara tersebut juga dapat menjadi tour naratif yang deskriktif sehingga seolah-olah pembaca dapat merasakan 'aroma' Maroko serta menyelami pengalaman saya.

Banyak sekali hal-hal yang sangat layak kita ketahui tentang Maroko, bagaimana tidak Indonesia sebagai Negara Islam terbesar harus tahu tentang sejarah peradaban Andalusia yang sangat lama serta kokoh yang berada di sebagian daerah Maroko. Juga dari segi tokoh-tokoh baik ilmuwan, penjelajah dan pejuang yang mengharumkan segenap persada dunia Islam pada khususnya adalah orang Maroko. Hubungan emosional masyarakat Maroko dan Indonesia yang sangat dekat juga dirasakan penulis sebagai alasan tepat penulisan blog ini. Bagaimana tidak dahulunya proklamator kita dan raja Mohammed V berkarib dekat sampai-sampai terdapat penamaan jalan yang mengambil nama 'Jakarta', 'Bandoeng' serta 'Soekarno' begitu pula terdapat nama tempat 'Casablanca' yang sebenarnya adalah nama salah satu kota penting di Maroko.

Mungkin selama ini terbetik dalam benak kita bahwa universitas Islam yang tertua di dunia adalah Al Azhar-Cairo padahal ditilik dari sejarah ternyata universitas Al Karawiyyin di kota Fes telah berdiri kokoh 120 tahun sebelum Al Azhar serta adalah salah satu alumninya seorang pemimpin gereja katolik tertinggi Vatikan-Roma yaitu Paus Paulus Salvatore VIII!!!.

Arita Agustina Med HATTA